Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Alat musik tradisional Jawa Barat, terdiri dari:

loading...
  1. Angklung
  2. Arumba
  3. Calung
  4. Celempung
  5. Jenglong
  6. Jentreng
  7. Karinding
  8. Kecapi
  9. Kendang
  10. Lengek
  11. Suling
  12. Tarawangsa

Sesuai semboyan Someah Hade Ka Semah, orang Jawa Barat memang terkenal dengan keramahan, lemah lembut, murah senyum dan periang.

Tidak sedikit pula kesenian tradisional mereka yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Daftar Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Lebih lengkapnya. berikut daftar nama alat musik beserta gambar dan penjelasannya:

1. Angklung

alat musik jawa barat - angklung

Angklung dimainkan dengan cara digoyang

Angklung, alat musik tradisional Jawa Barat yang memiliki nada ganda. Keberadaannya berkembang secara tradisional khususnya untuk masyarakat Sunda. Angklung terbuat dari bambu ini dan menghasilkan bunyi yang khas saat dimainkan bersama-sama.

Alat musik angklung juga terdaftar sebagai “Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia” dari UNESCO pada 2010 lalu.

Angklung juga dikenal di pasar dunia, terutama di daerah benua Eropa, bule pun tertarik untuk mempelajari alat musik Jawa Barat ini. Salah satu pertunjukan Indonesia yang terkenal saat itu adalah Amsterdam’s Grand Indonesia Crew Show.

Dulu, masyarakat suku Baduy percaya dengan memainkan angklung sebagai ritual mengawali menanam padi agar tumbuh subur. Angklung terbuat dengan pipa bambu yang dipotong pada ujungnya seperti pipa air. Potongan bambu tersebut lalu diikat dalam satu bingkai yang sama.

Bentuknya menyerupai pipa-pipa organ. Ada beberapa jenis angklung yang bisa kita temukan, seperti:

  • Angklung Badeng
  • Angklung Bali
  • Angklung Banyuwangi
  • Angklung Dogdog Lojor
  • Angklung Gubrag
  • Angklung Kanekes
  • Angklung Padaeng
  • Angklung Reog
  • Angklung Sarinande
  • Angklung Sri-Murni
  • Angklung Toel

Banyak orang yang menggunakan angklung untuk acara mereka, mulai dari pernikahan, pawai, bahkan ada juga yang menggunakannya untuk mencari uang.

Harga angklung juga bervariatif, mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah, tergantung dari kebutuhan dan kualitasnya.


2. Arumba

alat musik jawa barat - arumba

Arumba dimainkan dengan cara dipukul

Arumba adalah ensembel musik yang tercipta dari sebuah ide cemerlang salah satu seniman musik. Alat musik Jawa Barat ini terbuat dari bambu pilihan, seperti awi temen, tali dan wulung (bambu hitam).

loading...

Seniman musik bernama Yoes Roesadi dan teman-temannya-lah yang membentuk sebuah kelompok musik yang menggunakan alat musik angklung sebagai aransemen musiknya.

Ketika mereka menuju Jakarta untuk manggung, mereka mendapatkan sebuah ide dengan memberi nama grup mereka itu dengan nama Arumba, kependekan dari Alunan Rumpun Bambu.

Menurut penuturan Mochamad Burhan, Yoes Rosadi memainkan angklung Pa Daeng secara perseorangan atau solo dengan cara digantung pada tiang gantungan sebanyak 2 tingkat dimana nada-nada utamanya digantungkan pada tingkat bawah dan sisipannya tingkat atas (pentatonis dan diatonis).

Dalam sebuah penampilan, biasanya susunannya terdiri dari:

  • Angklung melodi 1 set
  • Gambang Melodi 2 set
  • Gambang pengiring 2 set
  • Bass lodong / bass pukul 1 set

Di antara waditranya terdapat angklung yang bertangga nada diatonik, karena musik arumba merupakan modifikasi dari alat musik angklung yang sudah sejak lama di Jawa barat.


3. Calung

alat musik jawa barat - calung

Calung dimainkan dengan cara dipukul

Calung merupakan alat musik dari Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Ada perbedaan antara calung dan angklung, angklung dimainkan dengan cara digoyangkan, sedangkan calung ditabuh pada ruas-ruasnya.

Kebanyakan bahan pembuatan calung adalah bambu awi wulung (bambu hitam), namun tak jarang juga menggunakan awi temen (bambu ater, warnanya hijau). Ada 2 jenis calung yang terkenal, namanya calung rantay dan calung jinjing.

Untuk calung rantay, kita memukulnya dengan dua tangan dengan posisi duduk bersilah, sedangkan untuk calung jinjing, kita bisa memainkannya dengan menggunakan satu tangan saja


4. Celempung

alat musik jawa barat - celempung

Celempung dimainkan dengan cara dipetik

Celempung adalah salah satu alat musik tradisional Jawa Barat yang memiliki 13 senar, senara terbentang di antara kotak resonator. Alat musik celempung biasanya digunakan saat pentas gamelan daerah.

Ciri khas celempung adalah senarnya di setel nada pelog dan yang lainnya bernada slendro. Jenis nada seperti ini sering kita jumpai pada seni musik di daerah Bali. Instrumen gamelan siteran menggunakan siter dan celempung sebagai ciri khasnya.

Beberapa instrumen dan vokal yang biasa digunakan :

  • Instrumen colotomic: Kempyang, ketuk, kempul, kenong, gong.
  • Instrumen balungan: Saron panerus, saron barung, saron demung, slenthem.
  • Instrumen panerusan: Bonang, gender, gambang, siter, celempung, suling, rebab.
  • Instrumen lain: Kendang, bedug, kecer, kemanak, kepyak.
  • Vokal dan tepukan: Gerong, pesindhen, alok, senggakan, keplok.

5. Jenglong

alat musik jawa barat - jenglong

Jenglong dimainkan dengan cara dipukul

loading...
loading...

Jenglong merupakan alat musik yang berperan sebagai kerangka lagu dan sebagai pengisi nada dasar.

Alat pemukul yang digunakan terbuat dari kayu yang ujungnya diikatkan tali. Jenglong terbuat dari bahan logam, besi atau kuningan.


6. Jentreng

alat musik jawa barat - jentreng

Jentreng dimainkan dengan cara dipetik

Jentreng adalah alat musik sejenis kecapi dan memiliki senar sebanyak 7 buah, ukurannya lebih kecil dari pada kecapi pada umumnya.

Jentreng terbuat dari kayu kembang (kenanga) , menurut DisParBud provinsi Jawa Barat, ada 2 cara menyetel nada Jentreng, yaitu laras slendro dan pelog

Cara memainkan jentreng cukup dipetik dengan jari. Jari telunjuk, tengah, ibu jari dari tangan kanan memetik nada tinggi, sedangkan telunjuk tangan kiri untuk permainan nada rendah.

  • Jika Jentreng berlaras Pelog, urutan nada dimulai dari 5 sampai 1.
  • Jika Jentreng berlaras Slendro, urutan nada dimulai dari 4 sampai 1.

Alat musik jentreng juga dikenal dengan nama tarawangsa, meskipun keberadaannya agak sulit untuk ditemui.


7. Karinding

alat musik jawa barat - karinding

Karinding dimainkan dengan cara ditiup

Hampir sama seperti suling, karinding terbuat dari bambu dan menggunakan mulut untuk dimainkan. Citamiang, Pasirmukti, Tasikmalaya, Lewo Malangbong, Garut adalah tempat terkenal dengan pembuatannya.

Selain digunakan sebagai alat musik, karinding juga digunakan untuk mengusir hama di sawah mereka. Lagu yang biasa dimainkan adalah Titisan Karuhun SundaBandung mulang. Alat musik Jawa barat ini bisa dimainkan dengan sendiri ataupun kelompok.

Terdapat 4 macam nada pada alat musik tradisional Jawa Barat ini, yaitu:

  • Tonggeret,
  • Gogondangan,
  • Rereogan, dan
  • Iring-iringan.

Suara yang dihasilkan dari karinding lebih menyerupai serangga kecil, burung atau lebih dikenal dengan sebutan ultrasonik yang dipercaya bisa mengganggu pendengaran hama.


8. Kecapi

alat musik jawa barat - kecapi

Kecapi dimainkan dengan cara dipetik

Alat musik kecapi merupakan alat musik yang dimainkan sebagai musik utama dalam Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran.

Berdasarkan fungsinya, kecapi terbagi menjadi 2 jenis dalam mengiringi musik:

1. Kacapi indung / Kacapi induk

Sebagai pemimpin musik / memulai musik dengan cara memberikan introbridges, dll.. Juga menentukan tempo permainan, kacapi yang digunakan memiliki sekitar 18 ~ 20 dawai

2. Kacapi rincik / Kacapi anak

Sebagai pengiring musik yang muncul dari belakang dengan frekuensi tinggi, terutama pada lagu-lagu tertentu. Kacapi yang digunakan memiliki sekitar 15 dawai.

Kacapi menggunakan notasi degung. Notasi ini merupakan bagian dari sistem heptachordal pelog (tangga nada)


9. Kendang

alat musik jawa barat - kendang

Kendang dimainkan dengan cara dipukul

Gendang merupakan alat musik yang digunakan untuk mengatur tempo, irama, intro, dan juga outro. Kebanyakan pemain gendang yang tampil juga sudah profesional di bidangnya dan sudah lama menggeluti kesenian musik.

Teknik memainkan kendang disebut dengan istilah tepak, tempo memukul yang sangat penting pada saat pementasan. Pemain harus memiliki stamina yang kuat karena harus untuk memainkan ini.

Kendang yang berkualitas biasanya terbuat dari kayu kelapa, cempedak, atau nangka. Kulit binatang kerbau digunakan agar menghasilkan nada yang tegas. Sedangkan, kulit kambing biasanya digunakan agar menghasilkan nada tinggi.


10. Lengek

alat musik jawa barat - lengek

Lengek dimainkan dengan cara digesek

Lengek, adalah nama lain dari alat musik Jawa Barat yang mirip rebab ini. Ukuran lengek biasanya lebih kecil, ia berbadan bulat dan berleher panjang. Lengek dari Jawa barat dibuat tegak

Busur yang digunakan bentuknya lebih melengkung daripada busur pada biola. Dalam bahasa Sunda, orang yang sedang memainkan lengek disebut ngalengek.


11. Suling

alat musik jawa barat - suling

Suling dimainkan dengan cara ditiup

Suling, alat musik tradisional dari Jawa Barat yang memiliki suara halus dan bisa berkolaborasi dengan alat musik lainnya. Di era modern seperti saat ini, suling sangatlah mudah untuk kita jumpai bahkan diluar daerah asalnya sekalipun.

Bahan untuk pembuatan suling yang asli adalah bambu yang dipotong sehingga berhasil menghasilkan suara yang diinginkan oleh pembuatnya.

Ada berbagai macam jenis suling yang dikenal masyarakat, seperti:

  • Suling albert
  • Suling blok
  • Suling boehm
  • Suling kecil (Piccolo)
  • Suling konser
  • Suling konser modern
  • Suling modern
  • Suling open-holed

Untuk menghasilkan nada yang indah, lubang yang ada pada bagian atas suling ditutup dengan jari, setelah itu barulah ditiup.


12. Tarawangsa

alat musik jawa barat - tarawangsa

Tarawangsa dimainkan dengan cara digesek

Alat musik tradisional Jawa Barat ini sudah ada sejak awal abad ke-18 dan menurut naskah kuno Sewaka Darma, tarawangsa sudah ditemukan dan digunakan sebagai alat musik.

Pada masanya, tarawangsa dikenal dengan nama lain rebab jangkung karena ukurannya yang lebih tinggi daripada rebab umumnya.

Ada beberapa lagu pilihan yang biasa dimainkan dengan menggunakan alat musik tradisional tarawangsa, diantaranya:

  • Angin-angin,
  • Ayun Ambing,
  • Bangun,
  • Buncis,
  • Degung,
  • Dengdo,
  • Iring-iringan (Tonggeret),
  • Jemplang,
  • Karatonan,
  • Kembang Gadung,
  • Lalayaan,
  • Legon (koromongan), dan
  • Limbangan,
  • Mataraman,
  • Onde,
  • Pagelaran,
  • Pangairan,
  • Panglima
  • Reundeu,
  • Reuneuh Reundang,
  • Saur,
  • Sirnagalih,

Sayangnya minat anak muda yang semakin berkurang membuat alat musik ini semakin sulit ditemukan.


berbudaya.id

Useful Link:

Referensi:

  • ^ Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia
  • ^ Amsterdam’s Grand Indonesian Crew Show

Leave a Comment

loading...