Alat Musik Tradisional NTT

2 min read

alat musik tradisional ntt

Alat musik tradisional NTT, terdiri dari:

  1. Foy Doa
  2. Knobe Khabetas
  3. Leko Boko
  4. Nuren
  5. Prere
  6. Sasando
  7. Sunding Tongkeng
  8. Thobo
  9. Totobuang

Nusa Tenggara. Nusa Tenggara Timur juga terkenal dengan Komodo Dragon atau Komodo yang hanya hidup di Pulau Komodo.

Daftar Alat Musik Tradisional NTT

Selain itu Nusa Tenggara Timur juga terkenal akan kesenian lokalnya yang berupa kain tenun, tari-tarian daerah serta alat musik tradisionalnya

1. Foy Doa

alat musik ntt - foy doa

Foy Doa dimainkan dengan cara ditiup

Foy Doa berupa suling ganda yang terbuat dari bambu / buluh kecil yang berdampingan. Biasanya, alat musik tradisional NTT ini dimainkan kaum remaja, baik perempuan maupun laki-laki.

Foy doa, bisa menghasilkan nada ganda maupun tunggal tergantung dari keahlian pemainnya. Lagu yang diiringi, biasanya berupa nasihat dan bertema-kan kehidupan.


2. Knobe Khabetas

alat musik ntt - knobe khabetas

Knobe Khabetas dimainkan dengan cara digesek

Masyarakat yang tinggal di daerah Dawa meyakini bahwa alat musik ini sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka tinggal di dalam gua. Bentuk dari menyerupai busur panah. Biasanya masyarakat menggunakan alat musik ini saat di kebun atau saat sedang mengawasi ternak.

Cara memainkannya tidak mudah. Selain sebagai media hiburan, masyarakat juga menggunakan instrumen musik dalam upacara daerah. Salah satu upacara adat yang menggunakan alat musik ini adalah Napoitan Li’ana.


3. Leko Boko

alat musik ntt - leko boko

Leko Boko dimainkan dengan cara dipetik

Alat musik tradisional NTT ini memiliki dawai dan mirip seperti heo. leku boko terbuat dari labu, kayu & usus kuskus sebagai bahan pembuatannya.

Labu sebagai wadah resonansi, kayu sebagai tempat dawai dan usus kuskus sebagai dawainya. Alat musik ini berperan sebagai sarana hiburan, tetapi tak jarang leku boko juga digunakan sebagai musik pengiring dalam pesta adat.

Bijol biasanya selalu di duet-kan dengan Heo (alat musik petik juga) dan saling tersinkronisasi.


4. Nuren

Nuren dimainkan dengan cara ditiup

Nuren cukup terkenal di daerah Solor Barat. Masyarakat di Sikka Timur mengenal alat musik tradisional NTT ini dengan nama sason atau sason nuren. Sason Nuren merupakan panggilan untuk 2 buah suling.

Selain sebagai hiburan, sason nuren merupakan istilah yang keramat dan sakral. Menurut asal-usulnya, dulu ada seorang tokoh yang bernama Edoreo, orang Solor Barat meyakini bahwa orang tersebut memiliki 2 kepala sekaligus 2 mulut

Menurut ceritanya, ia telah hidup lama dan ketika memainkan instrumen ini seperti ada 2 kepribadian yang berkecamuk di telinga para pendengar.


5. Prere

alat musik ntt - prere

Prere dimainkan dengan cara ditiup

Prere, alat musik tradisional dari Manggarai ini terbuat dari ruas bambu berukuran kecil dan biasanya berukuran 10 – 15 cm.

Ruas bagian bawah ditutup, dibelah sedikit guna tempat keluar udara, namun bagian atasnya dipotong untuk meniup.

Bagian belahan tersebut digunakan untuk tempat daun pandan dililitkan yang fungsinya untuk memperbesar suara, seperti corong terompet.

Selain digunakan untuk hiburan, Prere juga digunakan untuk mengiringi penampilan pencak silat rakyat bersama dengan musik gendang dan gong daerah.


6. Sasando

alat musik ntt - sasando

Sasando dimainkan dengan cara dipetik

Alat musik tradisional NTT Sasando memiliki dawai diyakini berasal dari kata Sasandu yang berarti “alat yang bergetar atau berbunyi”. Suara yang dihasilkan alat musik Sasando mirip dengan alat musik berdawai lainnya namun lebih halus.

Musik Sasando biasanya digunakan sebagai musik pengiring dalam tari-tarian, hiburan atau pengisi acara atau pesta.

Ada beberapa lagu yang sering dibawakan dengan alat musik ini juga banyak,seperti: Ofa Langga, Batumatia, Lendo Ndao, Kaka musu, Ronggeng.

Jumlah dawai yang terdapat pada Sasando bermacam-macam, ada yang 24 dawai, 28, 30 bahkan 34 dawai. Seiring berkembangnya teknologi, muncullah Sasando listrik pada tahun 1960.


7. Sunding Tongkeng

Sunding Tongkeng dimainkan dengan cara ditiup

Sunding Tongkeng, terbuat dari bambu dan memiliki panjang hingga 30 cm. Alat musik ini memiliki ruas-ruas dan salah satu ujung ruasnya dibiarkan.

Lubang suara dari sunding tongkeng berjumlah 6 buah, sebagian lubang penutupnya dililitkan daun tala. Karena posisi meniup tegak, masyarakat menyebutnya Tongkeng dan Sunding adalah istilah lain dari Suling.

Alat musik Sunding Tongkeng biasanya dimainkan pada malam hari saat menjaga hewan ternak dari serangan babi hutan.


8. Thobo

Thobo dimainkan dengan cara dipukul

Thobo merupakan alat musik sejenis tumbuk yang berasal dari Kab. Ngada. Alat musik ini terbuat dari bambu yang berbuku-buku.

Pada bagian bawahnya, dibiarkan apa adanya sedangkan bagian atasnya dilubangi. Thobo berfungsi sebagai pelengkap saat mengiringi musik Foy Doa.


9. Totobuang

alat musik ntt - totobuang

Totobuang dimainkan dengan cara dipukul

Totobuang adalah alat musik yang bisa kalian temukan di daerah Desa Lamanele, Flores Timur, namun di daerah Tanalein alat musik ini bernama Leto. Penyebutan tatabuang itu pun berlaku juga di Lamanele.

Di Lemonale, untuk memainkan alat musik Tatabuang ada 2 cara, digantung atau digendong. Tatabuang terbuat dari batang kayu Sukun berbentuk bulat dilubangi. Alat musik Tatabuang memiliki nama panggilan berbeda tiap daerah yang memilikinya.


berbudaya.id

Useful Link:

Referensi:

  • ^ Knobe Khabetas | Perpustakaan Digital Budaya Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *