alat musik tradisional sumatera barat
Musik Tradisional Indonesia

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat, terdiri dari:

loading...
  1. Bansi
  2. Gendang Tabuik
  3. Pupuik Batang Padi
  4. Pupuik Tanduak
  5. Rabab
  6. Saluang
  7. Serunai
  8. Talempong
  9. Tambua

Di Sumatera Barat dulunya Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Belanda yang datang ke Indonesia, memberikan pengaruh besar pada tatanan tradisional di masyarakat Minangkabau.

Percampuran penduduk dengan para penda­tang pada masa-masa yang terlewati me­nyebabkan kebudayaan menjadi berubah dan jumlah mereka ja­di bertambah.

Daftar Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Mayoritas penduduk Sumatera Barat merupakan suku Minangkabau. Berikut daftar nama dan penjelasannya:

1. Bansi

alat musik sumatera barat - bansi

Bansi dimainkan dengan cara ditiup

Bentuk alat musik ini mirip Suling dengan jarak antar lubang yang tidak terlalu jauh, sehingga bisa dimainkan meskipun pemainnya memiliki jari yang agak pendek.

Bansi dikenal mudah dipelajari karena ukurannya pendek dan lubangnya hanya ada 7. Bansi bisa digunakan untuk mengiringi musik, baik musik tradisional maupun modern.

Bansi juga sering digunakan dalam penampilan tari tradisional Pasambahan, biasanya ia dimainkan bersama Saluang. Bansi dikenal sebagai alat musik jenis suling berukuran pendek, khas Minang


2. Gendang Tabuik

alat musik sumatera barat - gendang tabuik

Gendang Tabuik dimainkan dengan cara dipukul

Menurut sejarahnya, nama Tabuik berasal dari “orang India” yang ikut pasukan Islam Thamil di Bengkulu kisaran abad ke-18. Setelah perjanjian London muncul pada abad yang sama, Bengkulu dikuasai Belanda dan akhirnya banyak masyarakat yang menyebar hingga ke Pariaman.

Cukup banyak acara adat yang berkaitan dengan tradisi Islam, salah satunya Oyak Tabuik yang ada di Pariaman, perayaan ini dilaksanakan untuk memperingati hari saat meninggalnya cucu Nabi Muhammad S.A.W saat perang Karbala

loading...

Gendang ini sifatnya perkusi, jadi tidak bernada. Sampai sekarang mungkin kita masih bisa melihat bentuk fisik Gendang Tabuik ini ketika berkunjung ke daerah Maninjau atau daerah pariaman, karena alat musik ini biasanya digunakan untuk upacara ritual di daerah tersebut.


3. Pupuik Batang Padi

alat musik sumatera barat - pupuik batang padi

Pupuik batang padi dimainkan dengan cara ditiup

Bentuknya memang sedikit aneh, suara yang dihasilkan pun sederhana dan mungkin tidak sesuai ekspektasi bagi pendengarnya, namun di Kab. Agam, alat musik ini berperan penting dalam sebuah ritual tradisional

Pupuik batang padi biasanya dimainkan saat acara adat yang berhubungan dengan panen (mengungkapkan kebahagiaan). Meski bernada monoton, suara melengking dari alat musik ini juga ikut meramaikan acara.

Pupuik batang padi terbuat dari batang padi. Batang padi yang digunakan sudah berumur dan bersegmen agar sehingga suara yang dihasilkan terdengar gagah.

Batang padi yang sudah dipilih dipecah dan dipotong di dekat pangkal garis segmennya, segmen akan terlihat mudah ketika batang padi sudah tua


4. Pupuik Tanduak

alat musik sumatera barat - pupuik tanduak

Pupuik tanduak dimainkan dengan cara ditiup

Selain dagingnya diolah menjadi berbagai jenis makanan, masyarakat Minangkabau di pedesaan memanfaatkan tanduk kerbau untuk dijadikan alat musik tradisional.

Alat musik ini terbuat dari tanduk kerbau yang bagian ujungnya dipotong datar untuk meniup. Bentuk alat musiknya tetap tanduk, hitam bersih dan juga berkilap

Pupuik tanduak jarang digunakan sebagai pengiring instrumen musik, lebih digunakan sebagai pertanda / pemanggil sehingga hanya 1 nada yang dihasilkan.

Dulunya, alat ini digunakan untuk aba-aba, pertanda shalat atau memanggil warga untuk mendengarkan sebuah pengumuman.

loading...

Dominan masyarakat yang bekerja sebagai nelayan juga menggunakan alat ini sebagai komando kepada awak, penanda adanya air pasang atau ada gejala alam yang sedang mendekat.


5. Rabab

alat musik sumatera barat - rabab

Rabab dimainkan dengan cara digesek

Rabab, menjadi salah satu alat musik tradisional yang paling banyak ditemukan, salah satunya sebagai alat musik tradisional Sumatera Barat ini.

Terdapat sebuah membran suara yang muncul dibawah bridge-nya. Dengan adanya membran, suara yang dihasilkan menjadi unik, seperti ada efek suara serak.

Dalam permainannya, ada komposisi tertentu dalam memainkan sebuah lagu, tergantung dari lagu yang dimainkan, lagu yang bersifat kaba dijadikan materi pokok.

Biasanya, lagu yang dibuat berasal dari ide gagasan dari komunitas & masyarakat yang ada di hidup di ruang lingkup yang sama.


6. Saluang

alat musik sumatera barat - saluang

Saluang dimainkan dengan cara ditiup

Saluang biasanya berpasangan dengan Bansi pada tiap penampilannya, tapi ukurannya panjang jika dibandingkan dengan Bansi, bedanya adalah suaranya yang dihasilkan merdu dan lembut di telinga.

Saluang terbuat dari bambu tipis atau talang, berukuran 60 cm & ber-diameter 3 – 4 cm. Salah seorang pemain Saluang legendaris bernama Idris Sutan Sati dan penyanyinya yang dikenal Syamsimar.

Bagian atas Saluang berbentuk kerucut tergantung dari ketebalan bambu. Kemudian, sekitar 2/3 dari panjang bambu diberikan lubang pada tubuh Saluang sebanyak 4 buah lubang.

Setelah itu diukur lagi hingga lubang terakhir berlokasi di setengah dari panjang ukuran Saluang. Lubang yang ada di Saluang terukur, besar garis tengahnya sekitar 0,5 cm.

Tiap daerah di Sumatera Barat memiliki ciri & teknik yang berbeda, ada teknik untuk memainkan Saluang sambil meniup dan menarik nafas (bermain tanpa terhenti), tentu dengan latihan.


7. Serunai

alat musik sumatera barat - saluang

Serunai dimainkan dengan cara ditiup

Serunai dulunya dikenal dengan nama Shehnai, dan dipercaya berasal dari India Utara. Alat musik Serunai biasanya dimainkan dalam acara adat yang ramai dengan budaya adat di daerah tersebut.

Tidak ada aturan dalam memainkan Serunai, boleh perorangan (solo) ataupun dimainkan berkelompok. Dalam sebuah acara, serunai dimainkan dengan alat musik tradisional dari Sumatera Barat lainnya.

Serunai biasanya dimainkan saat bekerja di ladang dan untuk mengiringi pertunjukan pencak silat. Jika kalian orang Minang asli, dan ada kesalahan tolong koreksi ya, kita sangat terbuka.

Ada jenis serunai yang nadanya diatur dengan cara menutup & membuka permukaan bagian corong. Serunai tradisional terbuat dari bahan alam seperti batang padi, kayu, bambu, tanduk kerbau ataupun daun kelapa.

Bagian yang mengatur bunyi terbuat dari kayu Capo Ringkik atau bambu talang berukuran kecil, sekecil ibu jari orang dewasa. Capo ringkik merupakan jenis tanaman yang kayunya keras di luar tapi lunak di dalamnya sehingga mudah dilubangi.

Kayu tersebut diukur sekitar 20 cm, diberikan lubang sebanyak 4 buah dengan jarak 2,5 cm untuk membedakan nada tinggi dan rendah. Nada normal yang dihasilkan Serunai adalah Pentatonis “do-re-mi-fa-sol“.


8. Talempong

alat musik sumatera barat - talempong

Talempong dimainkan dengan cara dipukul

Alat musik tradisional Sumatera Barat ini bentuknya mirip dengan Bonang pada instrumen Gamelan.

Talempong biasanya terbuat dari logam kuningan, berbentuk lingkaran dengan garis tengah berukuran 15 hingga 18 cm. Di bagian atasnya seperti ada benjolan kecil berukuran 1/3 ukuran Talempong sebagai bagian yang dipukul.

Nada yang dihasilkan bervariasi tergantung dari besar ukurannya. Di Malaysia, Talempong dikenal dengan nama “Caklempong“. Alat musik tradisional Sumatera Barat ini juga sering hadir di berbagai acara daerah, seperti tari tradisional atau penyambutan tamu.


9. Tambua

alat musik sumatera barat - tambua

Tambua dimainkan dengan cara dipukul

Tambua sebagai sebuah set tambur yang terbuat dari kayu & membran dari kulit kambing (umumnya memang kulit kambing) berukuran lumayan besar.

Meskipun terlihat sederhana, keberadaan alat musik tradisional khas Sumatera Barat yang mampu meningkatkan kemeriahan sebuah acara.

Tambua biasa dimainkan oleh penduduk yang masih remaja dan dimainkan secara berkelompok agar suara yang dihasilkan lebih meriah lagi.

Karena suara yang cukup keras, mungkin kita harus sedikit berteriak ketika berbicara dengan teman, tapi ada saat dimana tambua dimainkan dengan tidak terlalu keras.

Tinggi Tambua sekitar 75 cm, diameternya sekitar 0,5 m. Sebuah set Tambua terdiri 6 buah tambur dan ukuran sama.


berbudaya.id

Sumber:

  • ^ Sejarah | Sumatera Barat
  • ^ Pupuik Tanduak, Si Tanduk Kerbau Pengundang Warga
  • ^ Tabuik | Wikipedia baso Minang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...