Alat Musik Tradisional Sunda

3 min read

alat musik tradisional sunda

Alat musik tradisional Sunda, terdiri dari:

  1. Bangbaraan
  2. Cacaian
  3. Calung
  4. Degung
  5. Goong Tiup
  6. Kecapi Suling
  7. Karinding
  8. Kohkol
  9. Suling Sunda
  10. Toleat

Sebenarnya sangat banyak kesenian yang bisa kita temui di Indonesia terlepas dari daerah mana asalnya, termasuk Sunda ini.

Meski memang beberapa alat musik seperti kecapi, calung, dan karinding mungkin lebih dikenal sebagai alat musik tradisional daerah Jawa Barat.

Daftar Alat Musik Tradisional Sunda

Daripada kita memikirkan hal yang membuat tanah air menjadi terpecah belah, berikut daftar nama beserta gambar dan penjelasannya

1. Bangbaraan

alat musik sunda - bangbaraan

Bangbaraan dimainkan dengan cara berkelompok (dipukul)

Bangbaraan diyakini sebagai alat musik Sunda yang berasal dari peninggalan kerajaan Sukapura. Ia terbuat dari bambu dan menghasilkan nada mirip seperti karinding

Dulu alat musik bangbaraan sering dipakai anak penggembala, terutama ketika misalin dilakukan. Misalin adalah tradisi bersuci dan mengantarkan makanan (pontrang) yang dilakukan setiap kali menjelang bulan Ramadhan.

Bentuk bangbaraan mirip bilah angklung. Memiliki 2 sisi dan salah satu ujung ruasnya diraut dan salah satunya diberi lubang. Bambu dipilih yang tua dan berkualitas, dijemur selama tiga bulan lalu dibuat menjadi celempung atau bangbaraan.

Pada kesenian karinding, mungkin pemain memerlukan sound system agar suaranya terdengar jelas. Tetapi tidak berlaku untuk bangbaraan. Suara yang dihasilkan oleh tiga buah bangbaraan saja sudah cukup agar didengar dengan jelas.

Tentu saja, ketika ditampilkan, ia tak sendirian. Ada celempung, kempringan, dan kecrek yang ikut meramaikan suasana.


2. Cacaian

alat musik sunda - cacaian

Cacaian dimainkan dengan cara ditiup dan ditarik

Cacaian adalah alat musik tradisional Sunda yang memiliki ukuran sangat kecil, alat musik cacaian menghasilkan suara yang ramai tapi tidak berisik di telinga.


3. Calung

alat musik sunda - calung

Calung dimainkan dengan cara dipukul

Calung adalah alat musik purwarupa, i masih termasuk dalam keluarga alat musik idiofon dan terbuat dari bambu, Calung juga terkenal di kalangan masyarakat Banyumas (di Jawa Tengah).

Saat artikel ini dibuat, calung diketahui memiliki 2 bentuk yang dikenal masyarakat umum yakni calung rantay dan calung jinjing.

Calung Rantay

  • Memiliki 7 wilahan (ruas bambu) atau lebih, tabungnya diurutkan dari ukuran yang terbesar hingga terkecil.
  • Calung ini bisa kita temukan temukan terikat pada bilik rumah di daerah Banjaran, Bandung.

Calung Jinjing

  • Terdiri dari 4 -5 buah bambu, seperti calung kingking (12 bambu), Calung Panepas (5 bambu), calung jonggrang (5 bambu) dan calung gonggong (2 bambu).
  • Cara memainkannya adalah dengan menggunakan tangan kanan atau menggunakan alat pemukul, tangan kiri memegang alat musiknya.

4. Degung

alat musik sunda - degung

Degung dimainkan dengan cara dipukul

Degung adalah alat musik tradisional Sunda yang katanya dibagi menjadi 2 macam arti, sebagai perangkat gamelan Jawa dan sebagai bagian dari laras salendro yang biasanya digunakan dalam acara semacam wayang, tari, kliningan, jaipong dan lain-lain.

Dulu, degung hanya bisa ditabuh secara instrumental dan sempat ada larangan untuk menggunakan nyanyian dalam permainannya di Cianjur pada tahun 1912-1920, karena dianggap permainan musiknya akan terganggu.

Tak hanya di Indonesia, nama degung juga sudah mendunia. Kita bisa membaca literatur tentang alat musik ini di “Lingkung Seni Pusaka Sunda” di University of California

Pengembangan degung berkembang di beberapa perguruan tinggi seni dan juga musisi, misalnya Lingkung Seni Pusaka Sunda University of California, atau dalam buku yang ditulis oleh Henry Spiller yang berjudul “Gamelan: The Traditional Sounds of Indonesia, Volume 1”.


5. Goong Tiup

alat musik sunda - goong tiup

Goong Tiup dimainkan dengan cara ditiup

Suara yang dihasilkan goong tiup seperti suara layangan “koang” yang pitanya ditiup angin, tegas dan tidak sumbang di telinga.

Namun, teknik bermain dari goong ini tergantung dari pengambilan nafas pemainnya, goong tiup sangat indah jika dimainkan secara kelompok (setidaknya 2 orang).


6. Kecapi Suling

alat musik sunda - kecapi suling

Kecapi Suling dimainkan dengan cara dipetik dan ditiup

Alat musik kecapi melekat dengan budaya terutama kesenian tembang Sunda atau Cianjuran. Perannya adalah sebagai alat musik pengiring utama saat pertunjukan berlangsung.

Kacapi & Suling berupa kotak resonansi yang berlubang, fungsinya adalah sebagai tempat keluarnya suara.

Bagian samping dari kacapi dibentuk dan diukir sebaik mungkin agar sesuai dengan keinginan (biasanya perahu). Dulu, alat musik kecapi dibuat dari bongkahan kayu yang langsung diukir.


7. Karinding

alat musik sunda - karinding

Karinding dimainkan dengan cara ditiup

Selain Suling dan Goong Tiup, ada lagi alat musik tradisional Sunda yang suaranya mirip, yaitu karinding. Alat musik Sunda ini memang tidak asing karena namanya juga mirip dengan alat musik dari daerah lain.

Tempat-tempat seperti Tasik, Garut, Cianjur membuat alat musik ini dengan memanfaatkan pohon enau.

Karinding ditempatkan di bibir, lalu ditepuk pada bagian pinggir. Karinding bisa dimainkan solo sebagai penghibur atau berkelompok.

Dalam sebuah kelompok, tentunya akan ada pengatur nada dan ritme musik. Di daerah Ciawi, dulunya karinding dimainkan berbarengan dengan alat musik Takokak.


8. Kohkol

alat musik sunda - kohkol

Kohkol dimainkan dengan cara berkelompok (dipukul)

Kohkol adalah sebutan untuk kentongan. Memang aneh, namun seperti yang kita tahu pada saat bulan ramadhan, biasanya akan ada orang berkeliling dengan menggunakan kentongan untuk membangunkan kita.

Di daerah asalnya, kohkol biasa digunakan sebagai alat pemanggil warga, mengingatkan bahaya (seperti adanya maling) dan untuk memeriahkan suasana festival.

Dalam buku berjudul “Khazanah seni pertunjukan Jawa Barat” yang ditulis oleh Enoch Atmadibrata, Nang Hendi K. Danumiharja, Yuli Sunarya, juga dijelaskan bagaimana jadinya Kohkol bisa menjadi alat sebuah musik.


9. Suling Sunda

alat musik sunda - suling sunda

Suling Sunda dimainkan dengan cara ditiup

Selain digunakan untuk menghibur diri sendiri, suling juga bisa dimanfaatkan sebagai pengiring lagu, orkestra, aransemen, dan media belajar lagu tradisional daerah.

Suling juga memiliki jenis yang bermacam-macam, tergantung dari kebutuhan. Contoh: suling modern, konser, piccolo, open-holed atau lebih dikenal dengan french flute.

Biasanya, 1 Set Suling = 2 Suling (1 suling lubang 6) (1 suling lubang 4) dihargai sekitar Rp. 175.000 dan untuk yang 1 Set Suling = 7 Pcs (7 Kunci Nada) (5 Lubang) sekitar Rp. 275.000 – Rp. 300.000.


10. Toleat

alat musik sunda - toleat

Toleat dimainkan dengan cara ditiup

Toleat adalah alat musik tradisional Sunda yang diyakini berasal dari tradisi masyarakat Pamanukan, Kab. Subang.

Toleat memang belum terlalu dikenal publik dan masyarakat sekitar sendiri juga mungkin belum mengenal toleat karena hanya ada 2 orang yang bisa memainkannya waktu itu, yaitu Mang Parman dan Bpk. Asep Nurbudi.


berbudaya.id

Useful Link:

Referensi:

  • ^ Perkembangan Degung
  • ^ Gamelan: The Traditional Sounds of Indonesia, Volume 1
  • ^ Khazanah seni pertunjukan Jawa Barat”
  • ^ Toleat | Wikipedia bahasa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *