Alat Musik Tradisional yang Dipetik

6 min read

alat musik tradisional yang dipetik

Apa saja alat musik tradisional yang dipetik dan berasal dari Indonesia?

Sebenarnya, cukup banyak alat musik tradisional petik yang ada d i Indonesia yang kita bisa temukan di berbagai daerah, tetapi hanya sedikit yang dimasukkan ke artikel ini.


Daftar Alat Musik Tradisional yang Dipetik

Berikut daftar nama alat musik tradisional yang dipetik beserta penjelasannya:

1. Celempung

Celempung adalah salah satu alat musik tradisional yang dipetik, Celempung yang sering kita temui memiliki 13 senar, terbentang di antara kotak resonator. Alat musik tradisional petik ini juga biasanya digunakan pada pentas gamelan.

Ciri khas dari Celempung adalah salah satu senarnya disetel dengan nada pelog dan senar lainnya bernada slendro jenis nada seperti inilah yang sering kita jumpai dalam seni musik rupa di daerah Bali. Instrumen Gamelan Siteran yang menggunakan celempung dan siter sebagai ciri khasnya.


2. Dimba Nggowuna / Nggowuna

Dimba Nggowuna adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik dan terbuat dari bambu serta rotan. Dulunya Nggowuna dimainkan oleh kaum wanita saja disaat mereka bekerja menenun kain, tujuannya tak lain hanya untuk hiburan semata.

Alat musik tradisional Sulawesi Tenggara ini diyakini sudah ada sejak lama, ukuran dari Dimba Nggowuna yang berkisar 40 – 45 cm Dimba Nggowuna merupakan salah satu perwujudan dari kesenian musik leluhur kita yang dapat kita lihat dan dengar tiap petikannya


3. Gambus

Tadinya saya beranggapan bahwa Gambus merupakan nama lain dari Gendang yang ada di Riau, namun ternyata Gambus merupakan alat musik tradisional yang dipetik dan dapat kita temukan di Riau.

Dulunya, Gambus dimanfaatkan di beberapa acara yang berhubungan dengan hal gaib atau sesuatu yang berhubungan dengan spiritual. Gambus Melayu Riau sering juga ditemukan sedang dimainkan nelayan diatas perahu yang sedang mencari ikan sebagai hiburan.

Selain itu alat musik tradisional Riau Gambus ini telah beralih fungsi menjadi alat musik tradisional petik pengiring Zapin pada tiap-tiap acara karena seiring berjalannya waktu, alat musik ini-pun ikut beralih fungsi.


4. Guoto

Guoto, adalah salah satu alat musik tradisional Papua Barat yang dimainkan dengan cara dipetik pada dawainya. Guoto ini terbuat dari kayu dan senar, serta kulit binatang lembu.

Permainan Guoto tentunya menjadi daya tarik terendiri bagi tamu asing yang datang karena sangat jarang untuk bisa menyaksikan Guoto secara langsung.


5. Hapetan / Hasapi

Hapetan sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia yang namanya juga sudah sudah tercatat pada KBBI, Hapetan adalah alat musik tradisional yang sejenis kecapi dari Tapanuli, memiliki dawai dan dimainkan dengan sebuah bilah petik. Hapetan cukup terkenal dari daerah asalnya sebagai alat musik tradisional Sumatera Utara.

Hapetan jenis alat musik tradisional yang dipetik, cara memainkannya mirip dengan sejenis gitar tradisional yang berdawai 2 dari daerah Tapanuli. Di sebuah daerah bernama Sumbawa, alat musik ini disebut Jungga.


6. Hawaiian

Alat musik tradisional Hawaiian ini mirip dengan gitar, namun ternyata berbeda. Hawaiian tidak sepenuhnya sebagai alat musik tradisional sejak dalam memainkannya kita memerlukan listrik agar bisa difungsikan. Hawaiian memiliki 8 buah dawai dan harus di stem (setting) dulu sebelum dimainkan agar suaranya tidak sumbang.

Untuk dapat menghasilkan suara yang indah, dawai yang dimainkan harus ditekan dengan alat khusus yang terbuat dari lempeng besi atau plastik sebesar ibu jari tangan.

Suara yang dikhasilkan Hawaiian sangat khas, seperti gitar listrik yang sedang dipetik lalu senarnya digoyang-goyang dan hasilnya pun seperti bergelombang.


7. Idiokordo

Alat musik tradisionalyg dipetik ini cukup terkenal di daerah Nias Utara[src], Idiokordo juga dikenal dengan nama “Tatabuhan”, sebuah alat musik tradisional petik yang memiliki 3 dawai. Sekilas Idiokordo ini mirip dengan alat musik tradisional Siter dari Jawa.

Idiokordo terbuat dari kayu sebagai bagian utamanya laludiukir dan dibentuk sedemikian rupa untuk menambah kesan “Nias” pada alat musik tradisional Maluku tersebut. Idiokordo biasanya hanya dimainkan saat acara-acara adat setempat atau sekedar hiburan pribadi semata.


8. Japen

Japen merupakan alat musik tradisional Kalimantan Tengah dan cukup populer dalam keseharian masyarakat. Japen memiliki dawai dan bentuk seperti gitar dengan hiasan badan yang sedemikian rupa yang menandakan seperti “ini dari Kalimantan Tengah”.

Selain bentuknya yang mirip Gitar, alat musik tradisional yang dipetik Japen memiliki nada yang unik, ketika kita mendengarkan Japen seperti nada-nada pada yang dihasilkan dari alat musik kecapi. Irama yang dihasilkan dari tiap petikan Japen sangat cocok dengan kebudayaan Tionghoa-Melayu.


9. Jentreng

Jentreng adalah alat musik tradisional yang dipetik mirip dengan kecapi dengan dawai sebanyak 7 buah, ukuran dari Jentreng lebih kecil dibandingkan kacapi.

Jentreng terbuat dari kayu (kenanga) atau kayu nangka, menurut disparbud provinsi Jawa barat ada 2 macam cara mensetting nada yang dimainkan di alat musik jentreng, yaitu:

Laras Pelog

  • Dawai 1 bernada 5 (la atau singgul)
  • Dawai 2 bernada 1 (da atau barang)
  • Dawai 3 bernada 2 (mi atau loloran)
  • Dawai 4 bernada 3 (na atau panelu)
  • Dawai 5 bernada 4 (ti atau galimer)
  • Dawai 6 bernada 5 rendah (oktav la)
  • Dawai 7 bernada 1 rendah (oktav da)

Laras Salendro

  • Dawai 1 bernada 4 (ti atau galimer)
  • Dawai 2 bernada 1 (da atau barang)
  • Dawai 3 bernada 2 (mi atau loloran)
  • Dawai 4 bernada 3 (na atau panelu)
  • Dawai 5 bernada 4 (ti atau galimer)
  • Dawai 6 bernada 5 rendah (oktav la)
  • Dawai 7 bernada 1 rendah (oktav da)

Untuk memainkan jentreng anda cukup memetik dengan jari kiri-kanan. Telunjuk, jari tengah, ibu jari dari tangan kanan untuk memetik nada yang tinggi, telunjuk tangan kiri untuk menyentuh nada yang rendah.

  1. Jika jentreng di-stem laras Pelog, urutan nadanya menjadi nada 5 sampai 1 rendah.
  2. Jika jentreng di-stem laras salendro, urutan nadanya menjadi nada 4 sampai 1 juga.

Alat musik tradisional yang dipetik ini lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama tarawangsa, meskipun keberadaannya sulit kita temui, Alat musik tradisional Jawa Baratini mampu menarik banyak orang ketika dimainkan.


10. Knobe Khabetas

Masyarakat yang tinggal di Dawa, Nusa Tenggara Timur meyakini alat musik tradisional Knobe ini sudah ada sejak nenek moyang mereka tinggal di gua-gua. Bentuk alat musik ini cukup unik karena menyerupai busur panah.

Biasanya masyarakat menggunakan Knobe pada saat berkebun atau saat mengawasi hewan ternak. Penggunaan alat musik ini sangat membantu untuk mengusir bosan.

Cara memainkannya tidak mudah, anda harus menempelkan salah satu bagian busur di antara bibir lalu menupunya dengan mulut dan pada saat yang bersamaan petik tali busur tesebut dengan jari.

Selain digunakan sebagai hiburan, masyarakat juga menggunakan Knobe saat upacara adat. Salah satu upacara adat yang menggunakan Knobe adalah Napoitan Li’ana (bayi yang baru dilahirkan tidak diperbolehkan keluar rumah sebelum 40 hari)


11. Kurating

Kurating merupakan alat musik tradisional yang dipetik dari Kalimantan Barat. Alat musik tradisional petik memang mirip dengan alat musik suku Dayak Sape/Sapek. Balikan dibuat oleh suku Dayak yang bermukim di daerah Kapuas Hulu.


12. Leko Boko

Leko Boko merupakan alat musik tradisional petik yang pada bagian wadah resonansinya terbuat dari labu hutan asli, Sebagai perentang dawainya digunakanlah kayu, jumlah dawai yang digunakan pada umumnya 4 dawai saja.

Fungsi dari alat musik tradisional ini adalah untuk hiburan pribadi atau acara adat. Di Maluku Utara alat musik tradisional ini digunakan pada pertunjukan seni musik bambu hitada juga.

Di daerah tertentu seperti NTT , Bijol selalu dipasangkan berduet dengan Heo (alat musik tradisional NTT) untuk menambah kesan musik yang dihasilkan.


13. Panting

Panting adalah sebutan untuk alat musik tradisional yang dipetik dan diyakini berasal dari suku Banjar, Kalimantan Selatan. Selain sebagai alat musik, Panting juga sebutan untuk nama kesenian yang berasal dari KalSel yang kebanyakan anggotanya memainkan alat musik Panting (seperti marawis).

Panting berbentuk seperti Gambus (alat musik dari timur tengah), Panting juga memiliki senar, sehingga cara memainkannya sama dengan gitar itu. Namun jika dibandingkan dengan Gambus, Panting berukuran lebih kecil.

Permainan Panting

Panting dapat dikategorikan jenis alat musik ansambel campuran, dan umumnya dijadikan sebuah pertunjukkan musik untuk mengiringi tarian adat lokal. Alat musik tradisional Kalimantan Selatan ini biasanya digunakan untuk “Seni Musik Panting”.

Akan ada 3 buah atau lebih, dan dilengkapi dengan alat musik pengiring lainnya. Panting biasanya juga sebagai hiburan semata karena lirik/syair yang dibawakan memiliki manfaat dan dapat menghibur orang lain.

Panting juga bisa digunakan untuk mengisi acara terentu seperti, perkawinan, sebagai sarana pendidikan, dan juga nilai-nilai agama tak luput saat berlangsungnya permainan.

Tak jarang, penggunaan alat musik tradisional petik Banting juga bertujuan untuk meningkatkan tali persaudaraan antar penduduk dalam satu wilayah.


14. Popondi / Talindo

Alat musik tradisional petik Talindo terbuat dari 3 buah benda yang cukup untuk dicari, yaitu: kayu, tempurung kelapa dan senar. Senar ini juga tentunya digunakan sebagai bagian yang dipetik.

Tempurung kelapa tersebut akan berfungsi sebagai resonator serta kayu akan menjadi badan untuk alat musik tradisional ini. Popondi biasanya digunakan ketika pesta panen masyarakat sebagai alat musik tradisional Sulawesi Tengah.


15. Sapek

Sapek / Sape dikenal pula dengan sebutan “Gitar Dayak” atau “Gitar Kalimantan” karena bentuk dan cara memainkannya sama dengan cara memainkan alat musik Gitar.

Alat musik tradisional ini diyakini dimiliki oleh suku Dayak kayaan dengan bentuk badan yang lebar serta tangkai bagian atasnya kecil untuk pegangan.

Panjang dari Sapek sekitar 1 meter, untuk memainkannya ukuran tangan orang dewasa-pun terkadang akan sulit memegang pegangannya. Sape yang memiliki 2 senar juga memiliki 4 tangga nada.

Pembuatan Sapek

Dalam pembuatan alat musik tradisional Kalimantan Barat yang dipetik Sape, kayu adalah bahan utama yang harus anda perhatikan, jenis kayu yang digunakan adalah kayu Pelakik atau sejenis kayu keras lainnya seperti kayu Nangka.

Bagian permukaan kayu tersebut diratakan lalu bagian lainnya di lubangi namun jangan sampai tembus ke sisi sebelahnya. Pastikan juga tingkat ketebalan tepi dan permukaan harus sama agar getaran yang dihasilkan merata serta suaranya tidak sumbang.

Setelah itu anda bisa mencobanya dengan cara di petik pada senarnya. Semakin keras kayunya akan semangit banyak urat kayunya dan semakin baik pula suara yang akan dihasilkan.


16. Sasando

Hampir setiap remaja mengenali nama “Sasando”. Sasando dimainkan dengan cara dipetik. Sasando berasal dari kata “Sasandu” yang artinya “alat yang bergetar” atau “berbunyi“. Suara alat musik Sasando mirip dengan alat musik berdawai lainnya seperti gitar, biola, dan lainnya.

Sasando dalam masyarakat digunakan sebagai alat musik pengiring tari-tarian, hiburan keluarga yang berduka atau pelengkap dalam sebuah pesta, dan juga bisa anda gunakan untuk hiburan pribadi.

Permainan Sasando

Dari cara memainkannya, alat musik ini memiliki berbagai macam caranya, sebagai contoh: Batumatia, Ofalangga, Lendo Ndao, Rongggeng, dsb.

Jumlah dawai yang ada pada Sasando diatonis bermacam-macam, ada yang 24 dawai, 28, 30 hingga 34 dawai yang akhirnya muncullah Sasando listrik pada 1960 oleh bapak edu Pah, seorang ahli Sasando alat musik tradisional NTT.


17. Siter

Siter adalah alat musik tradisional Jawa Tengah. Siter lebih sering ditemukan berpasangan dengan celempung didalam sebuah set gamelan Jawa, jika celempung mempunyai 13 senar, siter cuma menggunakan 11 senar saja. Ciri yang paling sering dijumpai adalah 1 senar di setting suara pelog dan senar lainnya mengfungsikan suara slendro.

Panjang sebuah Siter lebih pendek dibandingkan Celempung yang cuma mencapai 30 cm saja, Siter dimasukkan kedalam sebuah kotak disaat mau dimainkan. Tidak cuma itu Siter juga disetel satu oktaf diatas Celempung.

Untuk memainkan alat musik tradisional yang dipetik ini pemainnya mesti menggunakan ibu jari untuk menuai senar dan jari lainnya digunakan untuk menahan getaran yang muncul dari petikan senar itu. Hal ini sebenarnya telah menjadi tehnik dan ciri khas dari sebuah instrumen gamelan Jawa.


18. Tutuba

Tutuba adalah alat musik tradisional yang dipetik pada bagian dawainya dan berasal dari Sulawesi Tengah . Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu ini adalah alat musik tradisional Sulawesi Tengah khas suku To Wana (Sebutan untuk penduduk asli di daerah Wan Bulang, Sulawesi Tengah).


berbudaya.id

Musik Relaksasi

Egan
1 min read

Fungsi Seni Musik

Egan
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *