Alat Musik Tradisional Yogyakarta

1 min read

alat musik tradisional yogyakarta

Alat musik tradisional Yogyakarta, terdiri dari:

  1. Demung
  2. Gejog Lesung
  3. Krumpyung
  4. Pekhing

Jogja / Yogya, adalah satu dari 4 pulau terbesar di pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan “Kota Gudeg

Dari segi kebudayaan, yang mencolok dari Yogyakarta adalah peninggalan peradaban masa lampau seperti candi serta bangunan bersejarah lainnya.

Daftar Alat Musik Tradisional Yogyakarta

Selain tempat wisata yang elok, berikut nama nama alat musik beserta gambar dan penjelasannya:

1. Demung

alat musik yogyakarta - demung

Demung dimainkan dengan cara dipukul

Alat musik Yogyakarta yang satu ini merupakan salah satu alat musik dalam instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Dalam sebuah set gamelan, biasanya terdapat 2 demung yang bernada yang berbeda (slendro dan pelog).

Demung memiliki wilahan lebih tipis daripada saron, namun ukurannya lebih lebar sehingga nada yang dihasilkan juga lebih rendah.

Alat pemukul demung biasanya terbuat dari kayu berbentuk palu yang berukuran lebih besar dan lebih berat dibandingkan alat pemukul Saron. Memang agak sulit pada awalnya, tapi dengan berlatih nantinya permainan semakin membaik.

Teknik permainan dan pola yang digunakan juga tak asal, pada Gendhing Gangsaran menggambarkan situasi peperangan misalnya. Demung ditabuh dengan cepat, seakan menjadi pemicu semangat.


2. Gejog Lesung

alat musik yogyakarta - gejog lesung

Gejog Lesung dimainkan dengan cara berkelompok (dipukul)

Seni gejog lesung merupakan salah satu bentuk ucapan syukur atas rezeki yang diberikan kepada masyarakat daerah tersebut (hasil panen subur atau cuaca yang baik).

Lesung, dulunya digunakan untuk memisahkan padi dari batangnya, namun perkembangan zaman semuanya menjadi lebih cepat dan mudah, sehingga menumbuk padi dengan lesung seakan menguras waktu dan tenaga.

Di sebuah tempat di desa Giriharjo, kesenian tradisional ini mungkin masih bisa kita temukan, meskipun hanya sekedar tradisi. Seperti saat festival kesenian, atau peramai lomba-lomba seperti lomba 17 Agustus.


3. Krumpyung

alat musik yogyakarta - krumpyung

Krumpyung dimainkan dengan cara berkelompok (dipukul)

Krumpyung mungkin masih bisa kita ditemukan jika berkunjung ke daerah Kulon Progo. Musik Krumpyung dimainkan bersama-sama iringan beberapa alat musik yang terbuat dari bambu.

Lagu yang biasa digunakan dalam kesenian ini adalah Langgam Jawa. Langgam Jawa adalah adaptasi musik keroncong ke dalam idiom musik tradisional Jawa.

Keunikan dari kesenian ini adalah nada yang digunakan merupakan nada pelog dan slendro yang idealnya digunakan gamelan.

Pada HUT Kemerdekaan RI ke-72, kesenian krumpyung masih ikut merayakan untuk menyambut tamu yang datang di Istana Negara.


4. Pekhing

alat musik yogyakarta - pekhing

Pekhing dimainkan dengan cara dipukul

Peking adalah alat musik tradisional Yogyakarta yang sejenis dengan Saron. Dalam gamelan Jawa, alat musik ini lebih dikenal dengan nama “Saron Penerus”.

Peking juga memiliki nama lain, seperti: saron panacah, slukat, penitil, cente, tetelile. Alat musik Yogya ini berbentuk bilahan berjumlah 5-7 bilah yang ditempatkan pada bingkai kayu sebagai resonatornya.

Menurut ukuran dan fungsinya, terdapat 3 jenis saron:

  • Demung (Paling besar)
  • Saron (Sedang)
  • Pekhing (Paling kecil)

Peking memang memiliki ukuran yang paling kecil jika diukur dengan Demung atau Saron.


berbudaya.id

Useful Link:

Referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *