Contoh Alat Musik Ritmis

3 min read

alat musik ritmis

Alat musik ritmis, biasanya berperan sebagai pengiring, pengatur tempo, irama, dll…

Dengan adanya instrumen ritmis, musik yang dimainkan terdengar lebih bersih dan nyaman didengar.

Contoh Alat Musik Ritmis

Musik tercipta dari berbagai jenis bunyi dan dari berbagai jenis alat musik. Berikut daftar contoh alat musik ritmis beserta gambarnya

1. Drum

Drum dimainkan dengan cara dipukul

Drum termasuk jenis alat musik membranofon dan alat musik ritmis modern yang biasanya terdiri dari kerangka drum yang ditutupi dengan membran sebagai bagian yang dipukul untuk menghasilkan suara.

Sebagai alat musik ritmis, drum dimainkan dengan atau tanpa menggunakan alat pemukul tergantung jenis drum yang digunakan, contohnya ketipung yang bisa dimainkan menggunakan tangan, sedangkan snare drum harus menggunakan alat pukul.

Selain itu, drum berbeda dengan drum-set. Drum hanya sebuah alat musik, sedangkan set-drum terdiri dari beberapa jenis drum. Biasanya terdiri dari snare drum, bass drum, tom-tom dan simbal.


2. Gendang

Gendang dimainkan dengan cara dipukul

Gendang juga dikenali dengan nama lain, yaitu kendang. Alat musik ritmis ini sering digunakan di berbagai macam kesenian. Bahannya terbuat dari kayu dengan ujungnya yang dilapisi membran yang terbuat dari kulit binatang..

Biasanya gendang menggunakan kulit ternak untuk membran tersebut, sehingga suara yang dihasilkan maksimal.

Teknik memukul gendang berbeda-beda tergantung dari keahlian si pemain. Semakin ahli seorang pemain, biasanya teknik yang digunakan semakin rumit. Sebagian besar gendang dimainkan menggunakan tangan kosong ketimbang alat pukul.


3. Kastanyet

Kastanyet dimainkan dengan cara diadu / ditepuk

Alat musik kastanyet terlihat sederhana, tapi memiliki banyak kegunaan. Bentuk kastanyet biasanya bundar dan ada juga yang seperti kerang. Alat musik ritmis ini biasanya dimainkan dengan tujuan mengiringi tarian.

Kastanyet terbuat dari kayu dibentuk sedemikian rupa sehingga bentuknya menyerupai cangkang kerang. Flamenco adalah salah satu pertunjukan seni tari dari Spanyol yang membutuhkan kastanyet dalam penampilannya.


4. Kendang

Kendang dimainkan dengan cara dipukul

Kendang merupakan nama lain dari gendang. Penggunaannya cukup sering membuat beberapa juga beranggapan sama saja. Salah satu kesenian yang menggunakan alat musik kendang adalah gamelan Jawa.

Dalam kesenian gamelan, selain suara khas dari bonang, kendang menjadi musik pelengkap pada kesenian tersebut.

Kendang memang tidak terlalu bisa menghibur jika dimainkan solo. Tetapi, ketika kendang dikolaborasikan dengan alat musik ritmis lain, suara yang dihasilkan mampu membangkitkan semangat dan menambah keceriaan.


5. Ketipung

Ketipung dimainkan dengan cara dipukul

Contoh alat musik ritmis selanjutnya adalah ketipung. Mendengar ketipung, seakan mengingatkan kita dengan musik dangdut. Ketipung memang salah satu alat musik yang digunakan untuk mengiringi dangdut.

Alat musik ketipung memiliki bentuk mirip gendang, hanya saja ukurannya lebih kecil dan terdapat 2 gendang yang bisa dipukul.

Ketipung umumnya terbuat dari kayu, meskipun beberapa orang berkreasi membuat ketipung dari paralon bekas. Bunyi yang dihasilkan musik ketipung biasa mungkin kita kenal karena mirip dengan musik keroncong.


6. Konga

Konga dimainkan dengan cara dipukul

Konga adalah alat musik ritmis yang berasal dari luar Indonesia, yaitu Afrika. Di beberapa daerah, konga juga dikenal dengan nama Tumbadora. Tumbadora merupakan alat musik yang sering berubah-ubah baik dari segi bahasa maupun bentuknya.

Alat musik ini mirip dengan ketipung, tetapi ukurannya lebih tinggi dan bentuknya seperti kapsul.

Konga memiliki bentuk lebih bulat yang mengerucut dibandingkan konga pendahulunya. Dari segi pembuatannya, konga terbuat dari kayu, kulit binatang, dan beberapa bahan tambahan, tetapi diketahui saat ini konga sudah berbahan fiberglass .


7. Marakas

Marakas dimainkan dengan cara digoyang

Contoh alat musik ritmis ini dikenal mudah untuk dimainkan, cukup digoyang dan nanti akan ada suara yang berasal dari biji-bijian yang saling beradu. Meski cukup jarang digunakan, alat musik ini bisa membuat anak kecil senang.

Marakas atau markas mungkin sangat jarang kita temui. Di luar negeri, biasanya marakas digunakan saat parade, pawai atau sebagai pengiring tarian, seperti tarian Magalenha yang menampilkan tarian sambil memegang alat musik ini.


8. Rebana

Rebana dimainkan dengan cara dipukul

Rebana berukuran kecil, seperti marawis dan hadroh. Rebana merupakan salah satu contoh alat musik yang dimainkan secara berkelompok. Biasanya grup tersebut juga diberi nama Grup “Rebana Nama Grup” layaknya band.

Rebana berbentuk seperti gendang bulat dan berukuran pipih. Saat ini rebana sudah biasa digunakan di acara biasa seperti khitan, pernikahan dan lainnya. Rebana selalu ada di acara religius.

Dalam permainannya, rebana biasanya membawakan syair-syair yang bernuansa religius. Meskipun kebanyakan pemainnya beranggotakan perempuan, rebana mampu menghasilkan suara yang cukup keras.


9. Simbal

Simbal dimainkan dengan cara dipukul / diadu

Simbal berbentuk sebuah piringan logam, pipih dengan ukuran diameternya bermacam-macam. Simbal menghasilkan suara yang keras, apalagi ketika saling beradu.

Jenis simbal ada beberapa macam, contohnya simbal tangan dan simbal yang ada pada drum. Simbal tangan dimainkan menggunakan kedua tangan dan saling diadu.

Biasanya simbal tangan ini juga memiliki tali atau pegangan untuk berjaga-jaga jika simbal terjatuh. Sedangkan, simbal yang ada pada drum biasanya sudah terpasang kuat dan di-lock.


10. Tamborin

Tamborin dimainkan dengan cara dipukul / digoyang

Alat musik ini yang dimainkan dengan cara ditabuh, digoyang atau diadu. Berdasarkan cara memainkannya, tamborin masih satu kerabat dengan angklung dan marakas.

Tamborin merupakan alat musik perkusi yang menghasilkan suara / nada dari gemerincing logam yang ada disekitar alat musik tersebut.

Bingkai kayu / plastik berbentuk, merupakan dasar tamborin. Kemudian dilengkapi dengan membran pelapis sebagai bagian yang dipukul dan terbuat dari kulit ternak atau plastik. Ada juga beberapa tamborin yang hanya mengandalkan logam tanpa membran ini.


11. Tifa

Tifa dimainkan dengan cara dipukul

Selain bentuknya yang unik, ternyata setiap ukiran yang ada pada tubuh tifa menandakan daerah asalnya. Tifa bisa ditemukan hampir di seluruh Indonesia bagian timur, seperti Maluku hingga Papua.

Permainan Tifa bertujuan sebagai hiburan dan ada beberapa yang menggunakannya untuk kepentingan upacara adat. Tifa dimainkan dengan cara dipukul pada bagian membrannya.


12. Timpani

Timpani dimainkan dengan cara dipukul

Timpani lebih kita kenal dengan nama Kettle Drum. Timpani merupakan alat musik sejenis dengan drum. Timpani memiliki membran yang terbuat dari kulit, sedangkan badannya badannya berbentuk mangkuk berukuran besar yang terbuat dari tembaga.

Alat musik ritmis ini dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan pemukul layaknya drum biasa. Alat pemukul tersebut disebut stik timpani atau timpani mallet.

Alat musik ini mulai dikenal di Inggris pada kisaran akhir abad ke -19 yang pada saat itu namanya berasal bahasa Yunani τύμπανον (Tumpanon) yang berarti drum tangan. Di negara lain, timpani dikenal dengan nama Timbales.


13. Triangle

Triangle dimainkan dengan cara dipukul

Triangle mungkin terlihat bukan seperti alat musik, namun triangle sering digunakan saat kelompok musik sedang mengiringi lagu atau saat pertunjukan. Posisi triangle, digunakan sebagai pengatur tempo.

Bentuknya segitiga di bagian atasnya diberikan tali sebagai pegangan untuk memudahkan pemain menggunakan alat musik ritmis.

Mungkin penggunaannya masih jarang di Indonesia karena kita masih senang dengan cara manual seperti ketika pelatih berkata “satu, dua, tiga, mulai”.


Cara memainkan alat musik ritmis juga berbeda-beda tergantung jenis instrumennya, hal yang diutamakan dalam permainan adalah ketepatan pengambilan nada dan alur ketukan irama sebuah lagu.

berbudaya.id

Useful Link:

Referensi:

  • ^ Rhythm section

Musik Relaksasi

Egan
1 min read

Fungsi Seni Musik

Egan
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *